Rabu, 30 Maret 2011

Ciri-ciri Wanita ahli Surga…

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah:

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’: 13)

Wallahu A’lam Bis Shawab.

(Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)

Sabtu, 17 Juli 2010

Adab-Adab Makan

a. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)

b. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.

c. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

d. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)

e. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)

f. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.

Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)

g. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim)

i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.

j. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.

k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.

l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.

Maroji’:
Disadur dari: Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir

***

www.muslimah.or.id

Senin, 28 Juni 2010

Lambang Segi Tiga

  1. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 1 di tengah dan tulisan “PETE” di bawahnya. Arti; Terbuat dari polyethylene terephthalate (PETE/PET), hanya untuk satu kali pakai. Dapat menyebabkan kanker bila digunakan berulang kali atau digunakan untuk menyimpan air hangat, karena larutnya lapisan polimer. Benda; Botol soda minuman, air mineral, sari buah dsb.
  2. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 2 ditengah dan tulisan “HDPE” di bawahnya. Arti; Terbuat dari high density polyethylene (HDPE), aman untuk menyimpan makanan dan minuman, namun sebaiknya tidak digunakan lebih dari satu kali. Benda; wadah plastic, kantong sampah, kursi lipat, kemasan shampoo dsb.
  3. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 3 ditengah dan tulisan “V” di bawahnya, biasanya lambing ini berwarna merah. Arti; Terbuat dari polyvynil chloride (PVC), merupakan jenis plastic yang sulit didaur ulang. Hindari penggunaan plastic jenis ini untuk menyimpan atau membungkus makanan, karena dapat mengakibatkan gangguan ginjal, hati dan sebagainya. Benda; plastic lembaran pembungkus, berbagai macam botol, bagian luar kabel dsb.
  4. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 4 ditengah dan tulisan “LDPE” di bawahnya. Arti; Terbuat dari Low density polyethylene (LDPE), baik untuk makanan terutama yang didinginkan. Benda; Botol – botol lentur, tas belanja, perabot rumah tangga, karpet dsb.
  5. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 5 ditengah dan tulisan “PP” di bawahnya. Arti; Terbuat dari polypropylene, plastic jenis ini sangat tahan terhadap suhu tinggi, sehingga termasuk yang paling baik untuk digunakan sebagai penyimpanan makanan dan minuman. Benda; Botol – botol minuman olahraga, kemasan sirup, botol saus tomat, tutup botol, sedotan kualitas tinggi, botol – botol obat dsb.
  6. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 6 ditengah dan tulisan “PS” di bawahnya. Arti; Terbuat dari polystyrene, bahan baku pembuat Styrofoam. Jangan gunakan plastic jenis ini untuk menyimpan makanan dan minuman, karena dapat menganggu kesehatan otak dan bahan pemicu kanker. Benda; piring dan gelas sekali pakai, kemasan compact disc, botol एस्पिरिन.
  7. Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 7 ditengah dan tulisan “OTHER” di bawahnya. Arti; Terbuat dari berbagai macam jenis plastic lain yang tidak disebutkan sebelumnya. Berhati – hatilah menggunakan plastic dengan lambing ini. Karena ada yang terbuat dari tumbuhan dan sangat aman digunakan, tetapi ada juga yang terbuat dari bahan sangat berbahaya seperti polycarbonate. Benda; kacamata, DVD, computer, wadah makanan dsb

Jumat, 04 Desember 2009

Obat Penghapus Dosa dan Penyembuh Penyakit Hati

Ambillah akar pohon KEKAFIRAN dan

akar pohon TAWADHU’ (kerendahan hati)

Taruh kedua akar itu dalam keranjang TAUBAT

Tumbuklah dengan menggunakan lesung RIDHO

Lalu haluskan dengan serut QONA’AH (kepuasan hati)

Masukkan ke dalam kendil TAQWA

Campurkan air HAYA (rasa malu) ke dalamnya

Didihkan dengan api MAHABBAH (rasa cinta)

Dinginkan dengan angin ROJA (pengharapan)

Minumlah dengan menggunakan sendok HAMDALAH

Jika Anda dapat melakukan semua itu

niscaya akan selamat dari penyakit dunia

dan bencana akhirat

(agenda MUSLIMAH)

Minggu, 18 Oktober 2009

Keluarga Cinta

Azan subuh berkumandang
Memanggil insan untuk melaksanakan kewajiban
Kepada sang pencipta alam semesta

Bisikan angin mengajak beraktivitas
Sinar matahari menuntun langkah dalam menjalaninya
Dengan diiringi doa,
Berharap segala urusan dapat berjalan lancer

Sinar matahari mulai meredup
Burung – burung pun berterbangan di langit
menuju sangkarnya
Aktivitas insan pun terhenti

Tangan hangat menyambut kedatangan
Salam sejahtera mengiringinya
Tawa dan canda keluarga mewarnai kehidupan di malam yang sunyi

Seketika hembusan angin mengajak untuk bermimpi
Tak lupa diiringi dengan doa
Berharap esok dapat merasakan kebahagian
Keheningan malam pun tercipta

(STI Psikologi Harapan Bangsa Banda Aceh, 2007)